Hal-hal yang Dirasakan Pelajar Zaman Sekarang yang Tak Dirasakan Pelajar Zaman Dulu

Perubahan zaman yang sangat pesat sangat mempengaruhi gaya hidup dan perilaku seseorang. Zaman sekarang adalah era yang semuanya serba instan dan serba canggih. Contohnya, jika zaman dulu orang ingin menghubungi seseorang ditempat jauh sekali, maka berkirim suratlah yang bisa dilakukan dan itu akan memakan waktu lama untuk saling berinteraksi. Sementara zaman sekarang, orang-orang tinggal menggunakan aplikasi chat (WhatsApp, Line dll) untuk bisa menghubungi orang dimanapun. Serba mudahnya bukan.


Saat saya masih SMA sekitar tahun 2001 sd 2004, SMS saja sudah menjadi hal yang sangat wah dan luar biasa. Sementara sekarang, SMS sudah mulai ditinggalkan karena tergusur oleh aplikasi massanger yang semakin merebak. Tidak hanya itu, gaya hidup pun sangat berbeda. Pelajar zaman dulu untuk mendapatkan apa-apa harus dengan kerja keras dan jalan yang panjang, sedangkan pelajar zaman dulu apa-apa serba mudah. 

Oke kali ini saya akan memberikan sedikit ulasan tentang gaya hidup pelajar zaman sekarang yang tidak dirasakan pelajar zaman dulu.

1. Gadget lebih dari sekedar nyawa

Jika kita lihat, pelajar zaman sekarang sangat bergantung pada gadget smartpone, laptop sampai ipod. Dari sini lahirlah prinsip atau slogan Sandang, Pangan, Casan. Tahukan maksudnya? charger bagi mereka adalah hal yang sangat berharga lebih dari apapun. (Maaf jika hiperbola). Jika HP mereka mati yang ada adalah gelisah dan hidup seolah tak menentu. Karena bagi mereka enggak semenit chatting, ngePath atau snapchat-an rasanya hidup tidak ada artinya dan gadag banget. Itu istilah mereka sekarang. 

2. Menemukan apapun serba gampang

Jika ada tugas dari guru, pelajar zaman sekarang akan sangat mudah untuk mengerjakan tugas tersebut, tinggal ambil smartphone, searching di google dan menemukan apa yang dicari. Mereka sangat enggan untuk mencarinya di perpustakaan atau mencari literatur di buku-buku. 

Sedang pelajar zaman dulu, mereka akan berjibaku dengan lelahnya perjalanan pergi ke perpustakaan, harus nunggu giliran buku selesai dibaca, harus mencari narasumber dan keterbatasan alat komunikasi.

3. Pacaran senonoh sudah biasa

Pelajar zaman dulu, untuk berpacaran itu harus berpikir berapa kali, mengingat pacaran adalah hal yang tabu dan sangat privasi begi mereka. Namun zaman sekarang, pacaran adalah hal biasa dan lumrah adanya. Bergandengan tangan atau berangkulan di depan umum adalah pemandangan biasa yang sudah barang tentu bagi mereka 'halal'. Mmm...tidak hanya itu, tingkat aborsi pelajar zaman sekarang cukup tinggi dan dalam tahap yang mengkwatirkan. Tingginya tindakan aborsi ini disebabkan oleh seks bebas yang sudah sangat merebak. Akulturasi budaya barat ke negara kita memungkinkan untuk memandang bahwa seks bebas adalah hal yang sangat biasa dan wajar terjadi.

4. Mencatat pelajaran itu tindakan malas

Ketika guru sudah menjelaskan materi di kelas, biasanya pelajar zaman sekarang akan memfotonya dengan smartpone dan menshare nya di grup kelas. Mereka enggan untuk mencatat di buku catatan secara rapih. Padahal dalam proses mencatat ada transfer pengetahuan dari papan tulis ke otak. Pelajar zaman sekarang cukup menyimpannya di memori smartpone dan mereka akan malas untuk mempelajarinya.

5. Hormat kepada guru sudah susah dilakukan

Memang tidak semua pelajar seperti itu, namun tidak sedikit pula kelakuan pelajar zaman sekarang yang tidak menghormati guru secara baik. Kelakuan mereka cenderung suka melecehkan guru jika guru tersebut mudah diintimidasi. 

Itu saja. Sebenarnya masih banyak. 

3 komentar:

  1. betul sekali. pelajar sekarang kalau disuruh guru, malah kabur, jaman saya dulu kalau disuruh guru itu suatu kehormatan

    BalasHapus
  2. Hihi... beda zaman beda karakter, terbentuk karena kondisi dan pembiasaan :)

    BalasHapus
  3. mungkin karena perkembangan tehnology maka pelajar skrang jd enak mas

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.