Guru Adalah Pekerjaan Termulia Kedua Setelah Nabi

Ada perkataan entah dari siapa. " Hidup di dunia itu jangan hanya seonggok daging yang berjalan dan memiliki nama". Membaca kalimat ini rasanya seperti ada yang menyentil. Benar sekali, Tuhan menciptakan kita dengan begitu sempurna. Sayang rasanya bila kesempurnaan itu disia-siakan. Diberi akal, namun tak menggunakannya dengan sebaik-baiknya.

Hidup di dunia itu sungguh begitu banyak dunia. Musik, adventure, arsitek, sains, teknologi, pendidikan sampai otomotif adalah dunia yang telah diciptakan Tuhan untuk dimanfaatkan. Kita bisa mempelajari, sebatas hobi atau menjadikannya profesi. Tapi semuanya harus total di dalamnya.

Guru! Mendengar kata itu ketika dibangku sekolah rasanya alergi. Tidak terlintas sedikitpun dibenak  untuk berprofesi menjadi seorang guru ketika itu. Bisa dikatakan banyak di antara anak-anak sekolah, yang sama sekali tidak meminati menjadi searang guru. Kenapa? jawabannya sederhana. Jadi guru gajinya kecil. Tidak mencukupi. Dan jawaban inilah yang mempertegas bahwa profesi guru bukanlah profesi yang prestisius. Tidak seperti halnya menjadi seorang dokter. Padahal di negeri Finlandia nun jauh disana, menjadi guru adalah cita-cita yang diidam-idamkan oleh setiap warganya.

Terjawab takdir Tuhan yang menakdirkan saya menjadi seorang guru. Awalnya karena terdesak. Tapi ada ucapan ibu yang menguatkan saya. "Guru adalah pekerjaan termulia kedua setelah nabi". Itu yang diucapkan ibu saat saya memilih untuk menjadi seorang guru. Setelah mendengar ucapan ibu, saya berpikir bukankah nabi sekarang sudah tidak ada? Berarti guru adalah pekerjaan termulia saat ini. Wow! bukan main rasanya. Kuatlah hati saya untuk kemudian berprofesi menjadi seorang guru.

Jika kita lihat, ketika menjadi seorang programer yang dilakukan adalah mengolah data. Maka ketika menjadi guru yang diolah adalah manusia. Saya sampai saat ini bisa menulis dan membuat artikel ini adalah berkat seorang guru. Jika tidak ada guru yang mengajarkan "Ini Budi. Ini bapak Budi", maka saat ini mungkin saya menjadi seorang yang hanya bisa bernafas. Tanpa memiliki arti.

Tidak bermaksud mengenyampingkan profesi lain. Guru adalah satu-satunya profesi yang memiliki hymne. Ya hymne guru judulnya. Lirik yang ada, mencerminkan keagungan seorang guru.

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa


Ada kenikmatan tersendiri ketika menjadi guru, yakni ketika murid yang kita didk menjadi orang sukses. Menurut orang bijak "Orang sukses itu adalah orang yang menyukseskan orang lain". Berarti guru adalah orang-orang sukses yang diciptakan Tuhan sebagai pelita dalam kegelapan.

Maka berbahagialah menjadi seorang guru!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.